Dalam artikel ini, saya akan menjelaskan
sedikit biografi dari 2 matematikawan pada abad ke-17, yaitu John Napier dan
Johannes Keppler.
Matematikawan Abad ke-17
1. 1. John Napier
John
Napier dilahirkan sebagai keluarga kaya di skotlandia tahun 1550, ketika Napier
lahir, umur ayahnya baru saja 16 tahun. Sesuai dengan adat disana, Napier tidak
masuk sekolah sebelum dia umur 13 tahun. Namun dia tidak bertahan lama dan dia
pun berkelana di eropa untuk melanjutkan pendidikannya, dimana atau kapan dia
belajar, tak banyak diketahui.
Seperti ayahnya, Napier sangatlah tertarik
dalam hal agama. Karena warisannya yang begitu melimpuh, ia pun tak perlu
bekerja. Ia menyibukkan diri berkecimpung pada masalah kontroversi politik dan
agama. Ia sendiri seorang kristiani protestan, Napier menerbitkan buku yang
berisikan serangan-serangan terhadap kristen katolik. Buku tersebut sangatlah
terkenal dan diterjemahkan ke berbagai bahasa.
Selain itu, Napier juga terkenal sebagai
penemu yang hebat. Dia membuat alat-alat
yang mampu meningkatkan hasil kebun dan peternakannya. Ia juga menemukan
pupuk yang efektif, alat pengukur tanah, dan banyak lainnya
Ia juga pernah memecahkan suatu kasus dimana
alat dirumahnya sering hilang. Napier yakin pelakunya adalah para pelayannya,
namun tentunya tidak satupun pelayannya mengaku. Lalu Napier mengumpulkan
pelayannya lalu masing-masing dari mereka disuruh untuk masuk ke ruangan yang
didalamnya ada ayam hitamnya, lalu mereka harus mengelus ayam hitam tersebut
dan Napier akan mengetahui siapa pencuri dirumahnya. Setelah semua pelayan
masuk ke ruangan tersebut, semua pelayan disurun menengadahkan tangan dan
ternyata semua tangan mereka bersih kecuali satu orang. Napier pun tahu bahwa
pelayan tangannya hitam adalah bukan pencuri sedangkan sisanya adalah pencuri.
Para pelayannya tidak tahu bahwa ayam hitamnya sudah dihitami dengan arang
bekas lampu. Pelayan yang bukan pencuri tentunya tak akan ragu mengelus ayam
hitam yang sudah dihitami sehingga tangannya pun akan menjadi hitam pula, namun
pelayan yang mencuri akan takut dan tak akan mengelus ayam tersebut sehingga
tangan mereka akan bersih
Napier juga tertarik dalam bidang astronomi.
Ia bukanlah hanya pengamat bintang. Ia juga melakukan riset yang sangat memakan
waktu dikarenakan perhitungan yang menggunakan angka yang sangat besar. Ia pun
meyakini bahwa ada cara yang lebih baik dan mudah untuk menghitung angka yang
sangat besar, ia pun menghabiskan 20 tahun untuk menyempurnakan idenya.
Sekarang, hasil dari semua kerja kerasnya itu kita sebut sebagai logaritma.
Logaritma Napier
Basis 2 tidak bisa digunakan untuk
perhitungan karena interpolasinya akan tidak akurat. Sehingga Napier memilih
angka yang menendekati 1, yakni 1-10-7. Agar menghindari decimal, Napier
mengkalikan setiap pangkat dengan 107. Sehingga N = (107(1 - 1/107))L.
Napier tidak terpikirkan tentang basis dalam sistem logaritmanya, namun pada
dasarnya tabelnya equivalen dengan logaritma berbasis 0,9999999. Tentu saja
nilainya menurun seiring dengan bertambahnya index. Selain itu, perbedaan
antara Logaritma Napier dan Logaritma yang kita kenal sekarang adalah perkalian
atau pembagian suatu bilangan tidak bernilai sama dengan penjumlahan atau
pengurangan logaritmanya.
Batang
Napier
Batang Napier adalah abacus yang dibuat oleh
John Napier untuk menghitung perkalian dan perkalian. Batang Napier terdiri
dari potongan kayu dengan nomor-nomor serta kotak kayu tempat menaruh potongan
tersebut. Terdapat 9 buah potongan kayu dengan tiap potongan terdapat 9 kotak
dan ditiap kotak terdapat 2 angka.
Misalkan kita ingin mencari hasil 46785399 x
7, Pertama taruh potongan kayu 4,6,7,8,5,3,9,9 secara berurutan lalu baca
secara horizontal baris ketujuh dari kiri ke kanan, lalu tambahkan bilangan
dalam bagian diagonal layaknya penjumlahan biasa dari kanan ke kiri, kita dapat
3, 2, 7, 4, 9, 7, 7, 9, 3 sehingga hasil dari 46785399 x 7 adalah 327497793
Misalkan kita ingin mencari hasil 46785399 x
96431, maka kita pecah 46785399 x 96431 = (10000 x 9 x 46785399) + (1000 x 6 x
46785399) + (4 x 100 x 46785399) + (3 x
10 x 46785399) + 46785399 dan hitung dengan perhitungan menggunakan batang Napier
seperti diatas. Sehingga didapat 46785399 x 96431 = 4511562810969.
Meskipun Napier memberi sumbangsih besar
dalam bidang matematika, tetapi minat terbesar Napier justru bidang agama. Dia
seorang pemeluk Protestan kuat yang menuliskan pandangannya dalam buku
Penjelasan tentang penemuan dari kebangkitan Santo Johanes (A Plaine Discovery
of the whole Revelation of Saint John (1593), yang dengan sengit menyerang
gereja Katholik dan mencerca Raja orang Skotlandia, James VI (kelak menjadi
James I, raja Inggis) dengan menyebutnya seorang atheis.
Bidang lain yang menjadi minat Napier, seorang tuan tanah, adalah mengelola tanah pertanian. Untuk meningkatkan kesuburan tanah, Napier mencoba memberi pupuk berupa garam. Tahun 1579, Napier menemukan pompa hidraulik untuk menaikkan air dari dalam sumur. Dalam bidang militer, Napier berencana membuat cermin raksasa guna melindungi Inggris dari serbuan angkatan laut Raja Philip II dari Spanyol. Kedua penemuan Napier ini tidak berbeda dengan penemuan Archimedes.
Bidang lain yang menjadi minat Napier, seorang tuan tanah, adalah mengelola tanah pertanian. Untuk meningkatkan kesuburan tanah, Napier mencoba memberi pupuk berupa garam. Tahun 1579, Napier menemukan pompa hidraulik untuk menaikkan air dari dalam sumur. Dalam bidang militer, Napier berencana membuat cermin raksasa guna melindungi Inggris dari serbuan angkatan laut Raja Philip II dari Spanyol. Kedua penemuan Napier ini tidak berbeda dengan penemuan Archimedes.
Napier meninggal dunia di Puri Merchiston pada tanggal 4 April 1617
dalam usia 67 tahun.
2.Johannes Kepler
Johannes Kepler lahir tahun 1571 di kota Weil der Stadt, Jerman, penemu hukum pergerakan planet-planet. Penemuan Kepler ini cuma dua puluh delapan tahun sesudah penerbitan buku De revolutionibus orbium coelestium, buku besar yang di dalamnya memuat teori Copernicus bahwa planit-planit berputar mengitari mentari dan bukannya mengitari bumi. Kepler belajar di Universitas Tubingen, peroleh gelar sarjana muda tahun 1588 dan gelar sarjana penuh tiga tahun kemudian. Umumnya para ilmuwan saat itu menolak teori "heliocentris" Copernicus; tetapi, ketika Kepler di Tubingen dia dengar hipotesa heliocentris itu dan memperincinya dengan kecerdasan tinggi, akhirnya dia mempercayainya.
Sesudah meninggalkan Tubingen, Kepler menjadi mahaguru selama beberapa tahun di akademi di kota Graz. Sambil mengajar dia tulis buku pertamanya tentang astronomi (1596). Kendati teori yang diajukan Kepler di buku itu ternyata sepenuhnya meleset, buku itu dengan jernih menunjukkan kemampuan matematika Kepler dan kemurnian pikirannya, sehingga ahli astronomi besar Tycho Brahe mengundangnya jadi asistennya di peneropong bintangnya di dekat Praha.
Sebagai pengganti Tycho Brahe, Kepler mewarisi setumpuk besar catatan hasil pengamatan cermat ihwal planit-planit yang telah digarap Tycho bertahun-tahun. Karena Tycho --astronom besar terakhir sebelum diketemukan teleskop-- juga pengamat yang hati-hati dan teliti yang pernah dikenal dunia, catatan-catatan itu teramat besar harganya. Kepler percaya bahwa catatan analisa matematika Tycho yang cermat memungkinkannya menentukan kesimpulan bahwa teori gerakan planit adalah benar: teori heliocentris Copernicus; teori geocentris Ptolemy yang lebih lamaan; atau bahkan teori ketiga yang dirumuskan Tycho sendiri.
Diperlengkapi dengan
tabel-tabel pengamatan gerakan planet yang disusun oleh Tycho, Kepler
mempelajari gerakan kosmis dan menarik kesimpulan berdasarkan apa yang ia
lihat. Selain jenius dalam soal angka, ia juga mempunyai tekad yang kuat dan
rasa ingin tahu yang tak habis-habisnya. Kesanggupannya yang luar biasa untuk
bekerja dibuktikan oleh ke-7200 perhitungan rumit yang ia rampungkan sewaktu
mempelajari tabel-tabel pengamatan tentang Mars.
Mars-lah yang pertama-tama
menarik perhatian Kepler. Setelah dengan saksama mempelajari tabel-tabel itu,
tersingkaplah bahwa Mars mengorbit matahari tetapi bukan dalam lingkaran
sempurna. Satu-satunya bentuk orbit yang cocok dengan pengamatan itu ialah
bentuk elips (lonjong) dengan matahari sebagaisalah satu titik fokusnya. Akan
tetapi, Kepler sadar bahwa kunci untuk menyibakkan rahasi langit bukanlah Mars,
melainkan planet Bumi. Menurut Profesor Max Caspar, "Temuan Kepler
memotivasi diauntuk mencoba pendekatan yang jenius". Ia menggunakan
tbael-tabel itu dengan cara yang tidak lazim. Ketimbang menggunakan tabel-tabel
itu untuk menyelidiki Mars, Kepler membayangkan dirinya sedang berdiri di Mars
dan melihat ke Bumi. Ia menghitung kecepatan gerakan bumi bervariasi dan
berbanding terbalik dengan jaraknya matahari.
Sekarang, Kepler mengerti bahwa
matahari bukan sekadar pusat dari tata surya. Matahari juga berfungsi seperti
sebuah magnet, berputar pada porosnya dan memengaruhi gerakan planet-planet.
Bagi Kepler, semua planet adalah benda-benda fisik yang dengan harmonis diatur oleh
serangkaian hukum yang beragam. Apa yang telah ia pelajari dari Mars dan Bumi
pasti berlaku juga atas semua planet. Jadi, ia menyimpulkan bahwa setiap planet
mengitari matahari dalam orbit elips pada kecepatan yang bervariasi sesuai
dengan jaraknya dari matahari.
Pengenalan Tiga Hukum Kepler Secara
Umum
1. Hukum I Kepler
1. Hukum I Kepler
Pada hukum persamaannya, Kepler
menjelaskan tentang bentuk lingkaran orbit planet. Bunyi hukum ini sebagai
berikut.
“Lintasan setiap planet mengelilingi matahari merupakan sebuah elips dengan matahari terletak pada salah satu titik fokusnya."
2. Hukum II Kepler
Hukum kedua Kepler menjelaskan
tentang kecepatan orbit planet.
“Setiap planet bergerak sedemikian sehingga suatu garis khayal yang ditarik dari matahari ke planet tersebut mencakup daerah dengan luas yang sama dalam waktu yang sama.”
“Setiap planet bergerak sedemikian sehingga suatu garis khayal yang ditarik dari matahari ke planet tersebut mencakup daerah dengan luas yang sama dalam waktu yang sama.”
3. Hukum III Kepler
Pada hukum ketiganya Kepler menjelaskan tentang periode revolusi planet. Periode revolusi planet ini dikaitkan dengan jari-jari orbit rata-ratanya.
“Kuadrat periode planet mengitari matahari sebanding dengan pangkat tiga rata-rata planet dari matahari.”
Tetapi
pada masa itu banyak orang yang tidak mengerti apa maksud dari hukum-hukum
tersebut, dan tak tahu apa kegunaan serta pentingnya hukum tersebut. Bahkan
rakyat pada masa itu banyak yang tidak mempercayai apa yang ditulis Kepler
dalam bukunya. Tetapi, seraya waktu berlalu, hukum-hukum Kepler akhirnya
diakui. Kira-kira 70 tahun kemudian, Isaac Newton menggunakan karya Kepler
sebagai dasar untuk hukumnya tentang gerakan dan gravitasi.
Pada
bulan yang sama sewaktu Kepler merumuskan hukumnya yang ketiga, meletuslah
Perang Tiga Puluh Tahun. Selama periode itu (1614-1648), Eropa
diporakporandakan oleh pembunuhan dan penjarahan berlatar agama dan Jerman
kehilangan sepertiga penduduknya. Perburuan tukang sihir merebak di mana-mana.
Ibunda Kepler dituduh sebagai tukang sihir dan nyaris dieksekusi. Menurut laporan,
sebelum perang saja gaji Kepler di istana kadang dibayar kadang tidak, dan pada
masa perang ia sama sekali tidak menerima gaji.
Sepanjang
kehidupannya, Kepler yang adalah seorang Lutheran mengalami penganiayaan dan
prasangka agama. Ia dipaksa keluar dari Graz sebab ia menolak untuk menganut
Katolik Roma. Di Benátky, ia sekali lagi dibujuk untuk berganti agama. Tetapi,
Kepler menolak penyembahan kepada patung dan santo, menurutnya praktik semacam
inilah adalah pekerjaan Iblis.
Pada
tahun 1627, ia menerbitkan buku Rudolphine
Tables (Tabel-Tabel Rudolphine), yang ia anggap sebagai karya utamanya di
bidang astronomi. Tidak seperti buku-buku terdahulu, buku ini diberi acungan
jempol di mana-mana, dan segera menjadi buku wajib bagi para astronom dan
navigator. Akhirnya, pada bulan November 1630, Kepler meninggal dunia di
Regensburg, Jerman. Salah seorang kolega Kepler tak henti-hentinya mengagumi
Kepler yang katanya memiliki "ilmu yang begitu kokoh dasarnya dan
pengetahuan yang begitu kaya tentang rahasia yang paling sulit dipahami".
https://blogpenemu.blogspot.co.id/2014/10/john-napier-penemu-konsep-dasar-logaritma.html





Tidak ada komentar:
Posting Komentar